Laman

Selasa, 23 Juni 2015

INI CERITA KU


Naik sepeda bersama teman angkatan 2014/2015, semua guru serta semua staff karyawan SMA N 1 Jepara. Seusai pengumuman kelulusan. Kami keliling kota Jepara dan berbagi kepada warga nelayan di Jepara. Kami berbagi buku tulis untuk mereka belajar,dan makanan.


      Perkenalkan nama saya Anista Emilia Widayanti. Biasa dipanggil Anis.Saya lahir di Jepara tepat pada tanggal 19 Juli 1997. Alamat tempat tinggal saya : di Desa Kecapi RT 40 RW 07, Kabupaten Jepara. Saya adalah malaikat pertama yang dilahirkan oleh Ibunda tercinta ku. Saya sejak kecil di didik menjadi seorang yang sederhana, tetapi cara berpikir saya tidak boleh sederhana. Saya mempunyai dua adik laki-laki. Sejak kecil saya sering sakit-sakitan, hingga sekarang juga begitu. Maka dari itu kedua orang tua saya sering khawatir terhadap saya. Apalagi, saya sekarang jauh dari orang tua saya. Maka dari itu saya berusaha agar tidak kecapekan dan makan makanan yang sehat. Saya selalu berdoa agar diberi kesehatan. Cerita waktu kecil ku,aku lupa. Terlalu banyak memori, ya jadinya terlupakan. Saya mulai menginjak bangku sekolah pada usia 4 tahun. Di TK Tarbiyatul Atfalah, disana saya belajar mengeja huruf, bermain, cara sholat, berwudhu, pokoknya seputar dunia kanak-kanak
    Saya SD usia saya menginjak 6 tahun. Saya sekolah di SD N 2 Pengkol. Pelajaran di sekolah berbeda disaat waktu TK. Cita-Cita saya waktu SD ingin menjadi Dokter. Soalnya, saya ingin menyembuhkan mereka. Saya tahu kalau sakit itu rasanya menyiksa badan. Soalnya saya merasakan itu, maka dari itu saya ingin menolong mereka terutama bagi orang-orang yang tidak mampu. Setelah SD, seusai ujian saya mendaftar SMP di Jepara. Waktu daftar SMP, saya takut jika tidak lolos soalnya saya mendaftar di SMP favorit. Kalau sudah mendengar kata favorit, pastinya dibenakkan kita pesimis lolos. Soalnya banyak murid yang ingin belajar disana. Tetapi atas doa orang tua saya, Tuhan meridhoi niat baik saya. Akhirnya, saya diterima di SMP N 2 Jepara. Cita-Cita saya waktu SMP berbeda dengan waktu saya SD. Saya lebih suka mengajar, berbagi ilmu kepada semua orang. Tidak hanya itu, saya juga bercita-cita ingin menjadi menteri di Indonesia. Motivasi saya, semangat dan berdoa. Mereka bisa, saya juga harus bisa. Hobi saya membaca dan menulis. Dengan membacalah kita banyak informasi, ilmu, pengetahuan dan lain sebagainya.



Setelah lulus SMP, saya mendaftar SMA di Jepara. SMA itu juga sekolah favorit di Jepara. Sekolah terbaik di Kabupaten Jepara. Akhirnya saya diterima. Syukur alhamdulillah, ini semua berkat doa dan usaha. Saya selalu ingat, hasil tidak akan mengkhianati usaha.  Waktu penjurusan di SMA kelas XI saya memilih jurusan IPS. Karena potensi dan niat saya lebih condong di IPS. Meski, banyak yang bilang IPS gudangnya anak nakal. Pernyataan itu, menurut saya salah besar. Solidaritas kami lebih kuat, kompak, seru, dan kami anak IPS juga memikirkan masa depan kami. Sebenarnya, kalau mendengar kata itu saya miris. Seolah-olah kami itu tidak punya aturan. Yang terpenting hasilnya kelak. Semakin tinggi tingkat sekolah saya, cita-cita saya semakin mengkerucut. Soalnya pola pikir kita semakin dewasa, lebih mengerti dengan diri sendiri. Cita-Cita saya ingin menjadi Guru Bahasa Indonesia. Kenapa? Sebelum kita belajar bahasa dari negara lain, sebaiknya kemampuan  bahasa kita harus sudah benar dan baik. Percuma kita belajar bahasa negara lain, tetapi dengan bahasa sendiri belum benar. Ya, meski disetiap kita belajar pasti ada manfaatnnya.
     Tiba pendaftaran perguruan tinggi melalui SNMPTN saya bingung, mau daftar di Universitas mana dan prodi apa. Tiba saya memutuskan untuk mendaftar di Universitas itu. Saya berharap, saya lolos karena itu Universitas sesuai dengan keinginan saya. Ketika tiba pengumuman, saya kecewa ternyata saya gagal di SNMPTN 2015. Mungkin ini bukan jalan terbaik ku. Ternyata Allah memberi jalan lain, saya di terima di Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saya bersyukur bisa diterima di Universitas itu. Inilah jalan yang terbaik yang di berikan Allah SWT kepada saya. Apa yang ditakdirkan Tuhan itulah jalan yang terbaik buat umatnya.


Itulah cerita dari ku. Terima kasih telah membaca tulisan saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar